Sunday, October 18, 2020

TES KESABARAN



Anak ini,
yang sering joget-joget ini,
yang sering senyam-senyum ini,
yang suka bikin ketawa orang-orang ini,
adalah salah satu tes kesabaran terbesar dalam hidup gue.

Kok bisa?

Karena bagaimanapun juga, di balik semua kelucuan Zayka, realitanya adalah Zayka masih kecil, masih toddler dan kelakuannyapun juga seperti toddler pada umumnya.

Zayka masih suka ngompol, suka berantakin mainan, gangguin adek Ziya, gangguin Ayah kerja, gangguin Ibu masak, tantrum, kadang gamau sikat gigi, gamau mandi, gamau makan, bahkan kadang gamau cebok.

Dada ini sesek banget kalo lagi liat Zayka nyebelin kelakuannya atau nangis nggak karuan. Asli. Rasanya kayak pengen beli samsak tapi cuma masuk keranjang nggak pernah checkout. Tapi seringkali gue berusaha untuk menerima sesek dada ini daripada berakhir ngomel-ngomelin ke Zayka dan nyakitin hati dia yang belum bisa mengerti segala hal yang sudah dimengerti orang dewasa.

Bener-bener kesabaran ini diuji banget. Meskipun ini anak kalo lagi lucu, lagi romantis bikin jadi sayang banget, tapi ya namanya manusia, kita bisa juga kesel, emosi dan marah.

Terima kasih udah menguji kesabaran Ayah setiap harinya ya, Zayka 😭. insyaAllah Ayah Ibu sabar (jadi samsaknya jadi checkout nggak bu, @vendryana?)

Dan semoga temen-temen semua bisa bersabar juga dengan keadaan / ujian yang lagi temen-temen hadapi 👍🏻🔥

𝐊𝐚𝐥𝐨 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧, 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐬 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐮𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐢𝐧𝐢?  ☺️

#thestoryofubi
Share:

Wednesday, March 4, 2020

Yang Penting Niatnya...

Bismillah...
Assalamualaikum men-temen...

Asli nggak berasa banget tiba-tiba udah 2020 aja. Perasaan baru kemaren gue nulis blog tentang perjalanan gue mengenal islam (lagi), ternyata itu udah 9 bulan yang lalu.

Tadinya gue mau apus postingan gue yang kemaren. Kenapa? Karena apa yang ada di kepala gue saat itu dan sekarang, udah cukup bahkan mungkin jauh berbeda. InsyaAllah lebih baik lagi sekarang. Postingan yang lalu itu terlihat terburu-buru dan terlihat masih anget-anget gitu belajarnya. Cuma paling nggak, gue nulis itu sebagai curahan hati dan berharap siapa tau ada orang yang baca dan punya perasaan yang sama atau mungkin jadi merasa pengen berubah / memperbaiki diri juga.

InsyaAllah di beberapa postingan ke depan, gue mau sharing tentang beberapa hal yang gue akan coba untuk urutin, apa aja yang selama 1 tahun belakangan ini gue pelajari dari islam. Dari seseorang yang terlahir islam tapi nggak sadar ilmunya masih cetek banget. Dan sekarang gue menyadari bahwa islam itu ilmunya luas banget dan mencakup semua aspek kehidupan.

Gue akan coba jelasin dengan bahasa seringan mungkin supaya mudah dimengerti. Tujuan gue mau nulis ini pun sebagai bahan pembelajaran untuk diri gue sendiri, supaya gue inget (ilmunya biar nempel nggak lari dari kepala), dan berharap ada dari kalian yang jadi tertarik juga untuk belajar tentang islam.

Share: